2015_09_10_03_52_47_Daihatsu_Great_New_Xenia-R_Sporty-01

Mencoba Performa Daihatsu Xenia Baru Dengan Mesin Dual VVT-i

Daihatsu_Great_New_Xenia-R_Sporty-data

Improvement pa­da generasi terbaru sebuah mobil, diakui cukup menarik minat calon konsumen. Contohnya, penggunaan mesin baru, tenaga yang meningkat, efisiensi bahan bakar, bahkan hingga nilai prestise ampuh menjadi daya tarik bagi konsumen. Daihatsu  Xenia terbaru ini juga menawarkan berbagai kelebihan itu, ditambah dengan value for money yang meningkat. Bagaimana tidak, dengan rentan harga sekitar Rp 5 juta sampai Rp 10 juta, Anda sudah mendapatkan mobil dengan mesin baru dengan teknologi yang berlimpah. Karena itu, kami mencoba performa Daihatsu Xenia baru dengan mesin Dual VVT-i.

Sedikit kami mengupas tentang mesin baru 1NR-VE milik Daihatsu Xenia. Mesin ini menggantikan seri K3-VE yang digunakan pada generasi sebelumnya. Perubahan yang paling signifikan pada mesin 1NR-VE adalah aplikasi teknologi Dual VVT-i. Dengan teknologi ini, kedua klep bisa diatur durasi buka dan tutupnya (sebelumnya yaitu VVT-i hanya klep in saja, red). Durasi buka dan tutup klep tersebut diatur berdasarkan parameter engine speed (rpm) dan engine load. Jadi durasinya bisa berbeda ketika mesin berada di putaran rendah dan tinggi. Bahkan jika mengangkut beban berat atau menanjak, durasinya pun akan menyesuaikan dengan kebutuhan mesin. Dampaknya, mesin akan selalu mendapatkan kondisi pembakaran yang selalu ideal. Efeknya, Daihatsu Great New Xenia memiliki torsi yang lebih besar, ketika putaran mesin yang lebih rendah. Berdasarkan data spesifikasi torsinya mening­kat dari 119 menjadi 121 Nm pada putaran mesin 4.200 rpm, sedangkan mesin sebelumnya di 4.400 rpm.

Saat dicoba, benar saja Daihatsu Xenia terasa lebih bertenaga pada putaran bawah. Meski begitu, tenaga putaran tingginya tidak terasa berbeda signifikan dengan generasi sebelumnya. Kini dengan menginjak pedal gas sedikit saja, Daihatsu Xenia sudah mampu melaju dengan mudah. Artinya penggunaan bahan bakar seharusnya bi­sa lebih sedikit. Kami pun ma­sih menunggu waktu te­pat untuk menguji konsum­si bahan bakar dari mesin baru 1NR-VE, namun kami me­rasa yakin ia bisa lebih irit dari mesin sebelumnya.

Daihatsu Xenia terbaru masih menggunakan transmisi otomatis yang sama de­ngan pendahulunya. Tapi kini kopel desain agar lebih minim gesekan. Dampaknya pasti juga mampu mereduksi komponen bahan bakar, selain itu juga mampu mereduksi sua­­ra dengung di area kopel yang berpotensi timbul pada mobil penggerak belakang.

Disamping lebih bertenaga, Daihatsu Xenia baru kini juga lebih kedap. Suara dari luar minim me­nembus kabin. Contohnya suara mesin yang makin tak terdengar berkat penggunaan peredam di firewall. Selain lebih he­ning, Daihatsu Great New Xenia terasa lebih nyaman akibat perubahan di sektor suspensi. Spring rate diubah, bahkan jika Anda jeli sudut rake sokbreker belakang terlihat lebih rebah sehingga berdampak pada bantingan suspensi yang lebih empuk. Karak­ter suspensi keras khas mobil penggerak roda belakang sebenarnya tidak murni hilang pada Xenia saat ini, tetapi setidaknya kekerasannya berkurang, apalagi busa joknya yang lebih tebal yang secara otomatis menjadi lebih empuk ketika terjadi guncangan.

Xenia kini menawarkan fitur yang lebih dari gene­rasi sebelumnya. Kini tersedia Eco Indicator yang bisa menjadi panduan Anda untuk bisa mengemudi irit. Sisanya hanya fitur tambahan berupa MID baru, head unit layar sentuh yang terasa kurang sensitif ketika menerima input sentuhan jari tangan. Terdapat pula fitur Corner Censor yang sejatinya merupa­kan sensor parkir yang ditaruh di pojok kanan-kiri bumper depan, jadi Anda bisa memprediksi bisa ada objek tidak terlihat yang mendekat pada bagian depan. Beberapa ubahan positif ini, rasanya cukup bisa membius calon konsumen khususnya untuk segmen mobil keluarga.

review/sumber by: autobild.co.id